Pengalaman Kerja Pertama Setelah Lulus Kuliah - Hari Pertama - Keempat Bersama Ibu Tua (Part 2)

Before you read it, I would say it 's a worst Experience but you may learn much.

    Bagian ini aku akan menceritakan keadaan ku di hari pertama hingga keempat. Part ini juga berfokus pada sisi pandang dan cerita dari Ibu Tua sebelum akhirnya di akhir Juli Ibu Tua keluar dari Kantor. Real yah no Fiksi.  

Pengalaman Kerja Pertama Setelah Lulus Kuliah - Hari Pertama - Keempat Bersama Ibu Tua (Part 2)

Hari pertama,
    Saat atasan ku yaitu Cece Surabaya datang ke kantor aku disuruh menghafal seputar peruashaan. Disitu aku baru diberi tau kalau ternyata job desc ku bukan di bagian pajak tapi di bagian accounting retail dia bilang "Kamu bakal kerja di bagian retail dulu setelah kamu paham baru kamu nanti ke bagian pajak, nanti setelah kamu di bagian pajak Si Jawa bakal kembali lagi ke bagian retail, jadi sementara si jawa adalah atasanmu". Dalam hati aku cuma mikir loh kok aneh mana ada karyawan yang udah naik jabatan bakal disana untuk sementara dan aku bakal balik ke posisi semula. Aku cuma iya-iya aja padahal ya aneh. Aku orang yang ceria disitu jadi tidak kelihatan kalau aku sudah tidak nyaman. Setelah itu, dihari itu Si Jawa mengajari ku untuk bekerja. 

    Jam makan siang pun datang, aku melihat bahwa ibu Tua itu masak di dapur. Heran, sungguh heran disaat itu aku tidak tahu kalau dia seorang accounting yang dijadikan pembantu. Aku diam gak berkomentar apa-apa akhirnya aku pun ikut makan. Disaat jam makan siang Ibu Tua ini mulai bercerita dengan ciri khasnya yaitu menggebu-gebu saat bercerita. Fyi, Ibu tua ini sudah punya pengalaman kerja di bagian accounting sekitar 15 tahun karna dia juga sudah berumur 49 tahun. Sayangnya perusahaan lamanya mengalami kebangrutan dan dia bekerja di perusahaan ini karena dia juga kenal dengan Ibu Bos. Dulunya Ibu Tua ini pernah bekerja dengan Ibu Bos yang mengurusi keperluan anaknya makanya dia dijadikan seperti pembantu atau disuruh untuk mengurusi makanan karyawan. Untuk hari itu aku hanya mengetahui informasi tersebut.  Hari pertama selesai aku pulang jam 5 karena masih awal bekerja. 

Hari kedua, 
    Pagi aku datang awal jam delapan kurang. Ibu Tua sudah ada di ruangan depan dimana tidak ada CCTV. Aku duduk menyapa dan mulai menanyakan kejanggalanku. Disana tiba-tiba Ibu tua bilang kalau Cece Surabaya, Si Jawa dan Ibu Tua akan keluar dari perusahaan di bulan September 2020. Jujur aku shock bagaimana bisa semua mau keluar bagaimana dengan ku yang baru aja masuk. Jujur aku juga nyaman dengan perusahaan ini karena ada Ibu Tua yang sudah saya rasa seperti Ibu karena peran dia disana memasak dan memanggil seluruh karyawan untuk makan. Dia juga mulai bilang kalau semua karyawan bakal keluar termasuk temanku Si Jepang yang juga sama sepertiku yang merupakan anak baru, hanya saja dia masuk lebih dulu dari pada ku. Aku mulai panik kenapa semua orang mau keluar karena aku tidak tahu seberapa buruk perusahaan ini. Setelah bercerita, seharian di hari kedua ini aku tidak bisa berpikir apa-apa, tidak fokus dan dengan polosnya aku tanya ke Si Jawa yang merupakan senior ku "kamu gak akan keluar kan?" dia gak ngejawab apa-apa dan cuman senyum disitu. Waktu itu aku gak tahu kalau dia bakal cerita ke ce Surabaya yang merupakan atasanku. Setelah beberapa lama, dia bilang sendiri ke Cece Surabaya kalau aku pernah tanya begitu, alhasil Ibu Tua ditegur oleh Cece Surabaya karena aku tahu kalau mereka akan keluar bulan September. Ini sebenarnya juga kesalahan ku karena Ibu Tua sudah bilang jangan ngomong-ngomong ke yang lain diem aja kalau dikasih tahu gini. Tapi aku malah nanya begitu meskipun cuma ke si Jawa karena seharian aku bersama si Jawa. Kenapa aku berani nanya begitu karena aku sudah merasa dekat, ya karena memang si Jawa ini baik banget dan sabar padahal ini baru hari kedua aku sudah merasa sok dekat. Informasi ini aku tahu dari Si Jawa sendiri dia baik,jujur dan polos maka kadang ceritaku tidak bisa disaring jadi semua yang aku ceritakan sampai ke Cece Surabaya. Aku tahu informasi ini juga saat Ibu Tua sudah keluar dari perusahaan yang akhirnya membuat ku bersalah karena aku waktu itu juga terlalu polos. Di hari kedua ini saat jam makan siang aku pun juga membahas apakah mereka bakal keluar apa enggak dan menunjukan kalau aku panik. 

Ini yang mungkin bisa dipelajari dari pengalamanku adalah jangan terlalu terbuka atau percaya kepada orang lain sebaik apapun orang itu. Apalagi di dunia kerja. Orang itu baik iya, tapi kita gak tahu dia bakal cerita apa ke orang meskipun dia cerita sama persis dengan apa yang kita omongkan, tetap beda jika tidak kita katakan secara langsung. Karena apa, kalau omongan kita disalurkan ke orang lain maka orang lain akan menanggapinya bisa dengan berbeda. Kenapa bisa berbeda? ya dari cara bercerita orang itu, ekspresi pun juga bisa berbeda dengan ekspresi yang kita lakukan saat itu. 

Hari Ketiga, 
    Saat jam Makan Siang kita duduk berempat lagi ada aku, Si Jepang, Ibu Tua, dan Si Jawa. Di jam makan siang itu aku mulai tanya-tanya seputar perusahaan. Ibu Tua juga mulai bahas tentang Ibu Bos tentang perlakuan nya ke dia ternyata sebelumnya yang memasak untuk makan karyawan adalah kakak  kandung dari Bu Bos yang tinggal di rumah Ibu Bos. Tiap hari makanan akan dikirimkan ke kantor. Tapi karena tidak tahan dengan sifat Ibu Bos maka Kakak kandungnya sendiri pun keluar dari rumah itu. Karena kepergian kakak Ibu bos tersebut maka Ibu Tua ini dijadikan untuk memasak. Kemudian tidak hanya itu yang bikin aku shock Ibu Tua juga mulai cerita lebih dalam lagi mengenai perusahaan. Dia diberikan surat peringatan yang banyak oleh Bos, kesalahan sedikit Ibu Tua ini dimarah-marahi dan dibentak-bentak di depan semua karyawan dibentak-bentak bodoh lah, matamu picek, sarjana palsu semua kata menyakitkan keluar. Tapi memang Ibu Tua ini memang memiliki kesalahan Pertama, karena dia membantah Ibu Bos, bantah disini bisa dibilang memang Ibu Bos juga salah tapi Ibu Tua ini meskipun kenal ataupun teman dari Bos tidak boleh berperilaku demikian. Kedua, laporan yang tidak segera dikerjakan entah alasannya apa. Padahal di awal Ibu Tua ini dipuji karena ketegasannya, pengalaman di bidang accounting. Setelah dicari kesalahan begitu banyak contohnya seperti meja gak di lap dimarahin padahal sudah, meja berantakan dimarahin, cuci piring jika dibantuin karyawan lain pun dia kena marah. Semua tentang masak dan cuci piring kebutuhan karyawan adalah tanggung jawab Ibu Tua. Yang saya tidak habis pikir dirumah Ibu Bos ada tiga pembantu yang bisa digunakan untuk menyiapkan makanan orang kantor. Kenapa tidak disuruh membantu? atau setidaknya cari orang lagi untuk memasak. Apakah etis seorang accounting yang perjanjian awal mengerkan keuangan perusahaan dan tiba-tiba menjadi pembantu ini keterlaluan. Hal yang membuatku kesal juga bos tidak berbicara dengan baik atau mendengar pendapat dari karyawannya. Untuk informasi aja pembantu rumahnya lebih nganggur dibandingin orang kantor. Gimana enggak pembantu khusus taman, coba kalian pikir sampai berapa lama orang bakal kerja di taman?. Pembantu pribadi bos juga aneh suka ngatur dan satu lagi pembantu yang disuruh untuk menyiapkan makanan bos, Pembantu ini juga dibebankan paling banyak dibandingkan kedua pembantu lainnya. Saya akan cerita banyak juga mengenai pembantu rumah tangga Bos ini secara khusus karena memang saya juga pernah di curhatin mereka, parah. 

    Setelah itu aku mereka juga sebutkan kalau gaji disini gak sampe umr semua jauh-jauh banget dari umr. Aneh bin ajaib gaji ku saja yang mendekati umr Surabaya hanya beda beberapa ratus ribu karena aku trainning setelah trainning aku akan mendapatkan umr dan gaji karyawan lalinnya dengan aku bisa beda sampai satu jutaan. Aku bener-bener kayak mau bersyukur ya bersyukur tapi dalam pikiranku aku bakal diapain sama Ibu Bos. Dan ternyata Ibu Tua ini gajinya diturunkan aneh kan ada perushaan yang menurunkan gaji awalnya memang dikasi surat peringatan tapi dengan kesalahan yang dibuat-buat. Bukannya karyawan jika melakukan keslahan ditegur ataupun dibicarakan untuk menjadi lebih baik malah secara sepihak karena sudah di cap jelek Ibu Bos seenaknya menurunkan gaji ataupun diubah job desc nya. Dengan harapan Ibu tua ini keluar dari perusahaan ini. Aku jadi takut kan, gaji ku paling tinggi gimana tu kalau perasaannya lagi gak enak sama aku terus gajiku diturunin juga?, ketakutan itu akhirnya muncul padahal ini baru hari ketiga kerja. Ibu Tua itu juga bilang kalau penerimaan gaji juga bisa terlambat. waktu itu aku masuk di akhir bulan membuat ku jadi merasa aku gak bakal digaji. Karena Ibu Tua ini juga suka membesar-besarkan suatu cerita. Hari kedua dan ketiga aja rasanya aku sudah mau keluar dari perusahaan ini jujur saya. Dan aku pun sudah malas untuk belajar lebih jauh tentang perusahaan ini sampai tiga bulan kedepannya juga setiap hari yang aku pikirkan adalah bagaimana cara aku keluar dan sudah tidak ada niat atau gairah untuk berkembang disitu. Bagaimana kita bekerja dengan Bos yang selalu mengambil keputusannya semaunnya, sesuai mood bos? Jujur tidak ada kepastian apalagi melihat Ibu Tua ini diturunkan gajinya.

    Lanjut cerita sebenarnya kenapa aku juga bisa bilang tidak ada kepastian ini dari cerita bahwa dulu juga ada karyawan yang mau diturunkan gajinya karena dianggap tidak bekerja padahal ya bekerja, aku diceritakan oleh Si Jawa. Sebenarnya masalah ini juga ada sangkut pautnya dengan Ibu Marketing. Jadi yang bilang kalau karayawan ini gak bekerja adalah Ibu Marketing, akhirnya kena imbasnya dengan karyawan ini dan gajinya mau diturunkan. Saat rumor gaji mau diturunkan ya karyawan itu akhirnya keluar dari perusahaan.

    kasus karyawan lainnya karena Bos sudah tidak suka maka karyawan ini dicari kesalahannya  dimarah-marahin dan dibentak sehingga bisa keluar dari perusahaan secepatnya padahal karyawan ini termasuk royal dengan perusahaan karena sudah bekerja selama 1 tahun, jujur itu miris banget karena anaknya kalau dilihat kalem dan memang gak ada masalah apa-apa di kantor semua orang suka, dan hal yang paling ngagetin adalah hanya gara- gara karyawan ini gak tahu 1 m berapa cm Ibu Bos gak suka, Jujur itu sepele banget dan karyawan ini bukan bekerja dibidang accounting / finance yang emang berurusan dengan angka, dia seorang designer lulusan SMK aku. Cerita ini aku di denger sendiri dari tangan kanan Bos yaitu Cece Surabaya sampai aku tanya terus Emang bener gitu? wow.  Dan akhirnya belum genap satu bulan karyawan ini bilang ke Cece Surabaya kalau dia sudah gak tahan akhirnya dia pun keluar. 
  
Hari keempat, 
    Hari keluarnya Ibu Tua dari kantor. Paginya Ibu Tua datang telat dan berbicara dengan kencang memberi tahu satu kantor kalau Ibu Bos dan Bapak Bos sedang bertengkar dirumahnya karena dia memang habis dari rumah Bos untuk mengambil bahan makanan untuk dimasak. Ibu Tua mulai ngedumel karena bahan makanan yang diberikan itu tidak layak untuk dimakan dan jumlahnya pun sedikit. Akhir cerita dihari itu adalah hari terakhir aku melihat Ibu Tua di kantor. Saat Terakhir di kantor dia bilang ke Cece Surabaya dan Si Jawa kalau dia sudah gak tahan menunggu sampai September akhirnya dia keluar bulan Agustus yang merupakan bulan ke lima dia sudah bekerja. Dia juga sempat bilang, pilu kalau mengingat ijazah S1 dengan segala pengalaman dia di bidang Accounting disini dia disuruh menjadi pembantu. Miris. 
----To be Continue----

    Sebenernya aneh buat nyeritain pengalaman ini secara detail tapi pengalaman ini sebenarnya buat aku berubah banyak dan melihat sisi yang juga berbeda. Dulu yang akunya anak biasa tanpa ada masalah yang berati disni aku dihadapin banyak hal yang aku sendiri gak pernah bayangin, direndahin, disuruh-suruh, lingkungan baru, melihat berbagai macam latar belakang dan alasan dari masing-masing karyawan.Setiap hari gak ada namanya tenang dan selalu dimunculkan permasalahan baru. Semua pengalaman disini banyak pahit manis dan pembelajaran yang tidak pernah aku lupakan seumur hidup. Jadi aku harap kalian bisa lanjut ke part selanjutnya sampai di titik dimana yang terkena masalah adalah aku yang mengalami sendiri bukan dari cerita orang.  

What is your Expresion : I😑l😍I😔I😭I😴I😂I😏I😡I
Please comment down below. 

Comments

Popular posts from this blog

Pengalaman Kerja Pertama Setelah Lulus Kuliah - First Impression (Part 1)