Pengalaman Kerja Pertama Setelah Lulus Kuliah - First Impression (Part 1)
Ini cerita pengalaman kerja pertama setelah lulus kuliah real ya bukan fiksi. Fyi, aku lulusan dari salah satu Universitas swasta di Surabaya jurusan Accounting dengan IPK 3,40. Aku memang tidak terlalu suka dengan Accounting, masuk jurusan ini karena arahan dari orang tua dan lapangan pekerjaan luas. Berjuang untuk dapat IPK diatas tiga adalah strategi ku yang aku pikir bisa sebagai tiket untuk bisa masuk ke berbagai perusahaan nantinya. Next aku akan cerita masa-masa kuliah ku nanti dan proses aku mencari pekerjaan.
Disaat aku sudah menjadi pengangguran selama enam bulan karena belum mendapat pekerjaan, akhirnya aku mendapatkan pekerjaan pada tanggal 27 Juli 2020. (Fyi again, aku mencari pekerjaan di bulan Februari hingga pertengahan Maret 2020 lalu Maret hingga pertengahan Mei memang aku putuskan untuk tidak mencari pekerjaan karena saat itu awal mula masuknya COVID-19 dan dilakukan PSBB di Surabaya. Aku mulai mencari pekerjaan lagi di akhir Mei).
Before you read it, I would say it 's a worst Experience but you may learn much.
Pengalaman Kerja Pertama Setelah Lulus Kuliah - First Impression (Part 1)
Awal Permulaan Kenapa Bekerja di Perusahaan ini
Perusahaan yang menerima aku adalah PT. X yang bergerak di bidang distribusi, perusahaan ini termasuk perusahaan kecil namun juga sudah memiliki cabang di Jawa Barat. Karyawan berjumlah 12 orang termasuk dengan pemilik. Awal interview aku bertemu dengan cece sebut aja Cece Surabaya yang merupakan atasanku, awal aku interview dia bilang disitu dia adalah tangan kanan bos, sudah bekerja disini 11 tahun dan bekerja berkaitan dengan semua yang ada di perusahaan. Dia bilang aku bakal kerja di bagian accounting pajak dan dia bilang "Mau kan belajar hal baru", dalam hati aku seneng banget karena aku sendiri belum ambil Brevet Pajak A & B (Sertifikat khusus untuk pajak) selain pajak aku juga diberi tahu juga Job Desc lainnya seperti bertanggung jawab terhadap petty cash, stock opnam gudang, input invoice, dan bekerja sama perusahaan cabang. Yang aku sangat ingat dia bilang adalah "Disini kurang satu accounting satu yang bagian pajak satu yang bagian admin online/ retail kamu bakalan ditempatkan di bagian pajak" inget ya guys dia bilang gitu dan dia juga bilang aku bakal ke Jawa Barat kalau ada cek stok. First Impression, wah ini impianku sih bisa kerja di banyak bidang karena aku sendiri gak terlalu suka dengan accounting, perusahaan ini kecil tapi sudah ada cabang di jawa barat, ada kesempatan juga nih buat aku pindah ke Jawa Barat karena disana juga ada tempat tinggal, dan aku berharap aku bisa dipercaya perusahaan untuk dapat posisi yang tinggi meskipun ini perusahaan kecil itu harapanku di awal.
Penghuni Kantor
Awal masuk aku disambut dengan ramah oleh ibu-ibu paruh baya umur 49 tahun, berjalan pincang dan yang masih ingin dipanggil cece sebut saja Ibu Tua. Awal aku bingung kok sudah jam 08.00 tapi kok belum dateng semua karyawannya. Jujur sudah perasaan gak enak, kok gini sih perusahaannya. Aku nanya ke ibu tersebut celetuk saja "Disini karyawanya betah ya kerja disini, cece baik soalnya kan dah kerja disini 11 tahun?" dia cuman senyum menjawab "Diliat aja". Perasaan gak enak muncul lagi dong. Setelah menunggu cukup lama datanglah karyawan-karyawan lain, ada Ibu marketing sebut aja Ibu Marketing yang dari awal aku sudah merasa orang ini kurang baik dari tatapannya, kemuadian ada atasan dari Jakarta sebut saja Cece Jakarta, tiga orang lainnya sebut saja si Jepang (Perempuan), Jawa (Perempuan), dan Cina (laki lulusan SMA) yang akan menjadi teman-teman seperjuanganku dan terakhir atasanku yang pertama kali berjumpa saat interview yaitu Cece Surabaya. Aku gak mungkin kasih nama asli mereka, aku kasih nama sebutan yang paling bisa mewakili sifat mereka masing-masing dan untuk nama negara itu adalah ras kita dan kita memang open tentang beragam suku dan menjadi topik pembahasan perbedaan budaya saat jam makan siang. Aku harap pembaca bisa bayangin penggambaran kita dengan mudah.
Kondisi Kantor - Jam Makan Siang
Jadi di kantor kami itu ada jam makan siang. Awal aku masuk makan siang dimasak oleh si Ibu Tua. Fakta yang gak bisa habis pikir adalah Ibu Tua itu adalah Staff Accounting yang disuruh oleh bos untuk masak di kantor untuk menyiapkan makanan karyawan - nanti akan dijelaskan lebih lanjut seberapa parahnya. Lanjut cerita, Kadang makanan kita diolah dari produk perusahaan yang merupakan perusahaan makanan. Tempat makan perusahaan disini dibagi menjadi dua yaitu Tempat Atasan (Cece Surabaya, Cece Jakarta, Ibu Marketing, Ibu Bos dan Bapak Bos) yang terdapat di satu Ruangan Tertutup dan Tempat untuk Karyawan (Aku, Si Jepang, Si Jawa, Si Cina) di Ruangan Terbuka.
Kondisi Kantor - Jam Pulang
Aku pernah bilang ke Si Jawa yang merupakan atasanku karena kebiasaan dia yang suka datang kekantor hampir jam sembilan sedangkan jam masuk jam delapan. Aku bilang, "Heh datengo pagi poo, tugas numpuk biar cepet selesei daripada kamu pulang malem kayak aku pagi selesain biar malem biar bisa pulang cepet" eh dia cuma jawab "Nanti kamu bakal tau kenapa aku datang telat pulang malem". Awal aku kesel banget sama si Jawa soalnya aku sudah meyelesaikan perkerjaanku tapi dia nyari-nyari pekerjaan untuk aku kerjakan supaya aku gak bisa pulang awal. Ternyata aku salah dan dia punya tujuan untuk nyelametin aku yang disitu posisinya aku anak baru.
Jadi gini ternyata, Awal kerja aku di bolehin pulang jam lima sore karena 1 minggu pertama Ibu Bos belum pernah ketemu sama aku. Perusahaan masih kondusif dan kekeluargaan hahaha. Setelah Ibu Bos datang ternyata semua karyawan harus pulang jam enam sore. Selesai gak selesai pekerjaan harus pulang jam enam. Boleh pulang jam lima? Setengah enam? Boleh, gak ada yang ngelarang sebenarnya tapi konsekuensi bisa ditambah pekerjaanya dan harus pamit sama Ibu Bos. Singkat cerita dan nanti aku jelasin lagi lebih detail, pekerjaan yang ditambah ini diluar job desc ataupun latar belakang pendidikan sama seperti contoh dari Ibu Tua yang awalnya Staff Accounting jadi seperti pembantu disitu dan nanti akupun begitu dengan tipe pekerjaan lain just wait and see.
Ibu Bos
Ibu bos ini sudah berumur 60 tahun. Satu minggu pertama belum pernah datang kekantor karena dia harus ngurus saudaranya yang sakit. Jam datang Ibu bos adalah sehabis makan siang just remember it! Alert. Suasana jika Ibu Bos datang adalah mencengkam. Prinsip Ibu Bos ini adalah Efisiensi biaya yang sangat dan gak masuk akal. Memang kondisi COVID-19 mempengaruhi perusahaan tapi dalam kondisi seperti ini perusahaan kesusahan untuk mencari karyawan dan lagi karyawan lama banyak yang keluar karena tidak tahan dengan kondisi perusahaan. Fakta unik lainnya adalah CCTV selalu diawasi oleh Bu Bos.
Bapak Bos
Awalnya baik but just see at the end It's just the same like his wife.
------to be continue------
Yup, ini adalah pengenalan kantor saya secara garis besar, saya harap pembaca bisa ikut merasakan apa yang saya rasakan saat itu sebagai anak baru. Saya menulis untuk merenungkan kembali apa yang bisa saya dapat. Saya hanya sekedar membagikan pengalaman dalam sebuah tulisan, ternyata ada ya perusahaan seperti ini, mungkin juga ada yang lebih buruk dari pada pengalaman yang saya alami. Di titik ini saya merasakan seperti "Oh, ini ya rasanya menjadi orang dewasa" berbeda dengan masa-masa sekolah dahulu. Lanjutan cerita ini saya akan menunjukan kesalahan perusahaan, kesalahan saya sendiri sebagai seorang anak fresh graduate, sudut pandang rekan kerja dan banyak pembelajaran hidup yang bisa saya ambil dari karakter masing-masing karyawan. Jujur disini saya merasa skill accounting tidak berkembang, tapi pengalaman untuk bisa berinteraksi dan mendengar latar belakang dari masing-masing rekan kerjaku yang sebelumnya belum pernah saya dengar ataupun saya bayangkan adalah pembelajaran berharga untuk belajar mengenai kehidupan. Sama seperti pepatah yang mengatakan "Pengalaman itu adalah guru yang mahal". Kantor ini membekas di hati sebagai luka tapi saya merasa luka ini adalah pembelajaran berharga untuk ku. Dan satu hal prinsip hidup ku adalah Tuhan tau apa yang akan kita lakukan dan Tuhan mengijinkan semua itu terjadi tanpa sebab. Memang luka tapi berusaha untuk menysukuri dan menunggu waktu Tuhan yang terbaik. Tuhan punya rencana sebelum kita dilahirkan jadi ikuti saja dan terus berdoa.
Dan alasan saya menulis di blog ini adalah untuk bisa mengingat kembali masa itu dan mengingat pembelajaran apa saja yang sudah saya dapatkan. Waktu saya bekerja di perusahaan hanya tiga bulan tapi pembelajaran yang aku dapatkan bisa dibuat untuk menjadi setumpuk buku berseri, karena masalah berbeda datang tiap waktu dan berlalu begitu cepat. Saya berharap pembaca bisa memberi komentar, masukan ataupun cacian untuk saya, mungkin saya salah dalam kondisi tersebut dan berharap dari komentar baik/buruk bisa memperbaiki diri saya maupun pembaca. Semakin banyak sisi yang memberi tanggapan semakin kita bisa memperbaiki diri bersama.
Thank you
Comments
Post a Comment